Pada 15 Februari 2026, Pak Dede selaku agronomis PT Meroke Tetap Jaya yang bertugas di wilayah Lampung mengadakan agenda farmers meeting kakao. Dalam pertemuan tersebut, diskusi difokuskan pada konsep PsPSP, sebuah pendekatan teknis yang sudah dikenal luas di kalangan pekebun kakao. PsPSP sendiri merupakan singkatan dari Petik Sering, Pemangkasan, Sanitasi, dan Pemupukan. Keempat aspek ini saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Jika dijalankan bersama, PsPSP mampu membantu petani menekan serangan hama, meningkatkan kualitas buah, serta menjaga stabilitas produksi.
Dalam PsPSP, PS (Petik Sering) dibahas sebagai bagian penting menjaga kontinuitas panen. Petik yang rutin membantu tanaman tetap produktif, mengurangi buah tua yang tertinggal, serta merangsang pembentukan bunga dan buah berikutnya secara lebih merata.
Selanjutnya, P (Pemangkasan) ditekankan sebagai langkah penting untuk mengatur tajuk tanaman. Pemangkasan yang tepat membantu sirkulasi udara dan cahaya, menekan risiko penyakit, serta mengarahkan energi tanaman ke bagian yang lebih produktif.
Aspek S (Sanitasi) juga mendapat perhatian serius. Kebun yang bersih dari daun sakit, buah busuk, dan gulma menjadi faktor penting dalam pengendalian hama dan penyakit. Sanitasi yang konsisten membuat lingkungan tumbuh lebih sehat dan menurunkan potensi kerugian di kemudian hari.
Untuk P (Pemupukan), pada sesi diskusi disepakati bahwa dari sisi pemupukan, sebagian besar petani menggunakan NPK Mutiara PROFESSIONAL 9-25-25 yang dikenal sesuai untuk mendukung fase generatif kakao, terutama dalam pembentukan bunga dan buah.
Namun, di lapangan sering kali dibutuhkan penyesuaian dalam penerapan pemupukan. Kondisi ini tidak menjadi penghalang, justru mendorong lahirnya solusi. Dengan tetap menjadikan formulasi NPK Mutiara PROFESSIONAL 9-25-25 sebagai acuan, peracikan pupuk secara mandiri dilakukan agar kebutuhan hara tanaman tetap terpenuhi sesuai rekomendasi pemupukan agar pertumbuhan dan produktivitas kebun tetap terjaga.
Sebagai solusi, dilakukan peracikan pupuk dengan formulasi setara 9-25-25 menggunakan 56 kg SS AMMOPHOS, 56 kg MerokeFOSFAT, dan 57,5 kg MerokeKKB. Peracikan ini dilakukan berdasarkan perhitungan kebutuhan unsur hara tanaman. Langkah tersebut menunjukkan bahwa dengan pemahaman nutrisi yang tepat, petani dapat beradaptasi dan tetap menjalankan pemupukan secara efektif, sehingga produktivitas kebun tetap berjalan dengan baik dan berkelanjutan.








SAVE MY NAME, EMAIL, AND WEBSITE IN THIS BROWSER FOR THE NEXT TIME I COMMENT