Abstrak
Magnesium (Mg) merupakan hara makro esensial yang berperan krusial sebagai inti molekul klorofil dan aktivator berbagai enzim metabolisme, termasuk dalam proses fotosintesis dan transportasi gula. Kekurangan Mg sering terjadi akibat pencucian di tanah berpasir, yang ditandai dengan gejala klorosis antar tulang daun pada daun tua serta terhambatnya pertumbuhan akar. Artikel ini menekankan bahwa manajemen pemupukan Mg yang presisi sangat penting untuk mencegah penurunan kualitas dan kuantitas hasil panen akibat gangguan fisiologis tanaman.
Kata Kunci: Klorofil, Fotosintesis, Klorosis, Nutrisi, Hara Makro
Pembahasan
Dalam manajemen nutrisi tanaman, terdapat satu unsur hara makro yang sangat krusial namun sering kali diabaikan, yaitu magnesium (Mg). Magnesium memegang peran sentral sebagai jantung dari molekul klorofil dan penggerak utama berbagai reaksi enzimatik yang menentukan hasil panen dan kualitas pangan (Cakmak & Yazici, 2010).
Definisi dan Sumber Magnesium
Magnesium adalah hara makro esensial yang diserap oleh tanaman dalam bentuk kation (Mg2+). Secara kimiawi, magnesium merupakan satu-satunya logam yang menjadi penyusun inti struktur klorofil, menjadikannya elemen yang mutlak diperlukan untuk fotosintesis (Barker & Pilbeam, 2015).
Sumber magnesium di dalam tanah umumnya berasal dari pelapukan batuan mineral seperti dolomit, magnetit, dan olivin. Selain itu, magnesium juga tersedia melalui dekomposisi bahan organik dan aplikasi pupuk komersial. Namun, ketersediaan Mg2+ bagi tanaman sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah. Pada tanah berpasir dengan curah hujan tinggi, magnesium sangat mudah tercuci, yang sering menyebabkan tanaman mengalami kelaparan nutrisi tersembunyi (Guo et al., 2016).
Fungsi dalam Metabolisme dan Pertahanan
Peran magnesium jauh melampaui sekadar memberi warna hijau pada daun. Cakmak dan Yazici (2010) mengidentifikasi setidaknya delapan proses kunci yang bergantung pada Mg, termasuk pembentukan ATP di kloroplas, fiksasi CO2 melalui aktivasi enzim RuBisCO, serta sintesis protein. Magnesium untuk menghubungkan enzim dengan molekul energi (ATP), sehingga hampir semua proses yang membutuhkan energi di dalam sel tanaman melibatkan unsur ini.
Salah satu fungsi yang paling kritis adalah pemuatan floem. Magnesium diperlukan untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju bagian tanaman lainnya seperti akar, biji, dan buah. Selain metabolisme, magnesium juga berperan dalam kesehatan tanaman secara keseluruhan. Nutrisi Mg yang seimbang terbukti meningkatkan resistensi jaringan terhadap serangan patogen, seperti Fusarium wilt. Hal ini dikarenakan Mg membantu memperkuat pertahanan fisiologis dan integritas seluler tanaman (Huber & Jones, 2013).
Mekanisme Penyerapan oleh Tanaman
Tanaman menyerap magnesium dari larutan tanah melalui mekanisme aliran massa (mass flow) dan difusi. Begitu mencapai permukaan akar, Mg2+ harus melewati membran sel menggunakan protein transpor khusus. Namun, penyerapan Mg sering kali terhambat oleh keberadaan kation lain dalam jumlah tinggi, seperti kalium (K+) atau kalsium (Ca2+). Kompetisi antar-ion ini berarti bahwa meskipun kadar Mg di tanah cukup, tanaman bisa tetap mengalami defisiensi jika kadar pupuk K diaplikasikan secara berlebihan (Barker & Pilbeam, 2015).
Defisit Magnesium: Gejala dan Dampak
Kekurangan magnesium memberikan dampak visual yang sangat spesifik. Karena magnesium bersifat mobil (mudah bergerak) di dalam tanaman, gejala awal akan muncul pada daun tua. Gejala yang paling khas adalah klorosis antar tulang daun (interveinal chlorosis), di mana area di antara urat daun berubah menjadi kuning sementara urat daunnya tetap hijau (Cakmak & Yazici, 2010).
Dampak yang lebih berbahaya adalah terhambatnya pertumbuhan akar. Karena Mg diperlukan untuk mengirimkan gula dari daun ke akar, kekurangan Mg menyebabkan akar kekurangan energi. Hal ini mengakibatkan rasio tajuk-akar terganggu, tanaman mungkin terlihat hijau di bagian atas, namun sistem perakarannya sangat buruk sehingga tanaman rentan terhadap kekeringan dan cekaman lingkungan lainnya (Guo et al., 2016).
Daftar Pustaka
Barker, A. V., & Pilbeam, D. J. (Eds.). (2015). Handbook of Plant Nutrition (2nd ed.). CRC Press, Taylor & Francis Group.
Cakmak, I., & Yazici, A. M. (2010). Magnesium: A Forgotten Element in Crop Production. Better Crops with Plant Food, 94(2), 23–25.
Guo, W., Nazim, H., Liang, Z., & Yang, D. (2016). Magnesium deficiency in plants: An urgent problem. The Crop Journal, 4(2), 83–91. https://doi.org/10.1016/j.cj.2015.11.003
Huber, D. M., & Jones, J. B. (2013). The role of magnesium in plant disease. Plant and Soil, 368(1–2), 73–85. https://doi.org/10.1007/s11104-012-1476-0
MAGNESIUM: KOMPONEN UTAMA DAPUR ENERGI TANAMAN
Oleh :
Rizqi Luwih Saputri
Digital Agronomist
10 Februari 2026








SAVE MY NAME, EMAIL, AND WEBSITE IN THIS BROWSER FOR THE NEXT TIME I COMMENT